ISBN : 978-979-403-046-2. Sinopsis : Di suatu tempat ada sebuah surau tua yang nyaris ambruk. Hanya karena seseorang yang datang ke sana dengan keikhlasan hatinya dan izin dari masyarakat setempat, surau itu hingga kini masih tegak berdiri. Orang itulah yang merawat dan menjaganya. Masyarakat sekitar surau memanggil Bapak tua ini dengan sebutan Garin atau penjaga surau. Garin ini mengisi hidup dengan beribadah saja. Dia hidup dari sedekah masyarakat sekitar. Karena dia sering membersihkan dan merawat surau. Disamping itu dia punya pekerjaan sederhana yaitu mengasah pisau. Cerpen "Robohnya Surau Kami" ini bercerita tentang seorang kakek yang hidupnya dihabiskan sebagai seorang penjaga surau ( Garin ). Namun, karena suatu peristiwa, kakek penjaga surau itu meninggal bunuh diri dengan sangat mengenaskan. Kesimpulan. Robohnya surau kami merupakan peristiwa yang menyedihkan bagi masyarakat desa. Namun, dengan semangat gotong royong dan kerja sama yang tinggi, kami yakin surau kami akan segera bangkit kembali. Proses pembangunan telah dimulai dan masyarakat terus berpartisipasi aktif. Kami berharap surau baru ini dapat menjadi tempat ibadah dan Dari permasalahan di atas, penulis mencoba mengangkat sebuah cerpen yang cukup fenomenal berjudul "Robohnya Surau Kami" karya A.A Nafis. Dengan maksud supaya kita dapat mengapresiasi cerpen tersebut melalui analisis unsur yang terkandung di dalamnya. Robohnya Surau Kami adalah sebuah kumpulan cerpen sosio-religi karya A.A. Navis. Cerpen ini pertama kali terbit pada tahun 1956, yang menceritakan dialog Tuhan dengan Haji Saleh, seorang warga Negara Indonesia yang selama hidupnya hanya beribadah dan beribadah. Cerpen ini dipandang sebagai salah satu karya monumental dalam dunia sastra Indonesia. Kesimpulan. Cerpen "Robohnya Surau Kami" mengisahkan tentang perjuangan Hamid dan masyarakat desa dalam membangun surau baru setelah surau lama mereka roboh. Dengan semangat, keberanian, dan dukungan dari Zainuddin, mereka berhasil membangun surau baru yang indah dan nyaman. Dalam sinopsis robohnya surau kami terdapat unsur intrinsik di dalamnya yaitu: 1. Tema. Tema yang diangkat dalam novel ini kisah tragis si kakek penjaga surau. 2. Tokoh dan Penokohan. Penjaga Surau, ia merupakan kakek yang rajin dan memiliki kehidupan yang monoton serta selalu beribadah. Cerpen Robohnya Surau Kami ini menceritakan suatu tempat dimana ada sebuah surau tua yang nyaris ambruk. Kemudian datanglah seseorang ke sana dengan keikhlasan hatinya dan izin dari masyarakat setempat untuk menjadi garin atau penjaga surau tersebut, dan hingga kini surau tersebut masih tegak berdiri. Kesimpulan. Dari cerita robohnya surau kami, kita dapat belajar bahwa menjaga keberlangsungan bangunan, terutama tempat ibadah seperti surau, sangat penting. Faktor-faktor seperti usia bangunan, arus air tanah yang kuat, dan kurangnya perawatan dan pemeliharaan dapat menyebabkan robohnya surau. DKrD7.