Padahalpenggunaan besarnya huruf yang ideal adalah antara 30-60% tergantung dari jenis huruf yang kita gunakan. Selain nirmana kita juga wajib tahu apa itu prinsip utama komunikasi visual dari sebuah karya audio visual yang kita ciptakan. Pada dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Irama (Rhythm) Irama
Terjemahanfrasa JENIS METODE KOMUNIKASI dari bahasa indonesia ke bahasa inggris dan contoh penggunaan "JENIS METODE KOMUNIKASI" dalam kalimat dengan terjemahannya: Pastikan Anda berdua mengetahui jenis metode komunikasi yang ingin Anda gunakan juga.
Q Perhatikan pernyataan berikut! (1) Lebih banyak mempergunakan surat resmi. (2) Menggunakan bahasa sehari-hari. (3) Berhubungan erat dengan proses penyelenggaraan kerja. (4) Bersumber perintah dari orang-orang yang berwenang. (5) Menggunakan bahasa yang resmi atau baku. Pernyataan di atas yang bukan merupakan ciri komunikasi formal adalah
masyarakatmasih rendah. Masyarakat belum ditempatkan pada posisi yang kuat dan partisipatif, sebagaimana yang diamanatkan UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang pada Bab VIII pasal 65. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan sejauh mana prinsip good governance yang terdiri dari transparansi,
Padatahun 1920, Aliran konstuktivisme di Uni Soviet melihat seni yang berorientasi individu tidak ada gunanya bagi Rusia dan membuat sesuatu yang dapat diterapkan di dunia nyata. Mereka mendesain bangunan, perangkat teater, poster, kain, pakaian, perabot, logo, menu, dll. Jan Tschichold merumuskan prinsip-prinsip dasar tipografi modern pada
KOMUNIKASIEFEKTIF. Komunikasi berasal dari perkataan "Communicare" yaitu yang di dalam bahasa latin mempunyai arti "berpartisipasi atau memberitahukan", sedangkan perkataan "Comunis" berarti milik bersama ataupun "berlaku dimana-mana" atau juga berarti sama, sama di sini maksudnya sama makna. Jadi jika dua orang melakukan
Komunikasibisnis adalah setiap komunikasi yang digunakan untuk membangun partnerships, sumber daya intelektual, untuk mempromosikan satu gagasan; suatu produk; servis; atau suatu organisasi, dengan sasaran untuk menciptakan nilai bagi bisnis yang dijalankan. Komunikasi Bisnis meliputi pengetahuan yang menyeluruh dari sisi internal merupakan
Komunikasiadalah sesuatu hal dasar yang selalu dibutuhkan dan dilakukan oleh setiap insan manusia, karena berkomunikasi merupakan dasar interaksi antar manusia untuk memperoleh kesepakatan dan kesepahaman yang dibangun untuk mencapai suatu tujuan yang maksimal diantara kedua nya. Untuk mencapai usaha dalam berkomunikasi secara efektif, maka sebaiknya kita harus mengetahui sejumlah pemahaman
Olehkarena itu, berikut tips mengembangkan kemampuan public speaking. 1. Demam panggung adalah hal yang biasa. Dikutip dari bintangtrainer.com, perasaan takut dan gugup saat berdiri sendiri untuk menyampaikan gagasan di depan umum yang kemudian menjadi tidak percaya diri adalah hal yang normal, di mana setiap orang pasti merasakan demam panggung.
12 Tujuan Komunikasi Bisnis. • Mendapatkan pemahaman penuh tentang makna pesan yang diberikan kepada pihak lain, baik didalam maupun diluar organisasi perusahaan. • Mendapatkan tanggapan, tindakan, atau persetujuan dari si penerima pesan seperti yang diharapkan si pemberi pesan.
7taK. Manusia pada dasarnya membutuhkan komunikasi untuk saling terhubung antara satu dengan yang lain. Komunikasi merupakan suatu proses ketika seseorang, beberapa orang, atau kelompok menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan sesamanya. Komunikasi umumnya dilakukan dengan cara verbal atau lisan yang sangat mudah dimengerti oleh kedua belah pihak. Di samping itu, komunikasi juga bisa dilakukan tanpa bahasa verbal, yaitu dengan menggunakan isyarat, bahasa tubuh, gerakan, atau dengan menunjukkan sikap tertentu. Dalam berkomunikasi, terdapat banyak prinsip yang menjadi dasar komunikasi itu sendiri. Prinsip komunikasi meliputi suatu proses simbolik, adanya dimensi isi dan hubungan, berlangsung dalam ruang dan waktu, bersifat sistematik, dan masih banyak lagi. Nah berikut ini penjelasan lengkap mengenai prinsip-prinsip komunikasi. 1. Komunikasi Adalah Proses Simbolik Komunikasi merupakan sebuah proses simbolik yang mana di dalamnya terdapat penggunaan simbol atau lambang dalam berkomunikasi. Simbol digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang lainnya berdasarkan pada kesepakatan sekelompok orang. Simbol meliputi kata-kata, perilaku non-verbal, dan objek yang maknanya telah disepakati bersama. Manusia dengan kemampuan berpikirnya yang baik dapat mengembangkan bahasa dari dasar simbol atau lambang baik itu verbal maupun bentuk objek. 2. Setiap Perilaku Mempunyai Potensi Komunikasi Manusia dapat memberi makna dari perilaku yang dilakukan oleh dirinya sendiri maupun orang lain. Perilaku seperti tersenyum, diam, gembira, cemberut dapat memberi pemahaman terkait komunikasi yang ingin disampaikan seseorang ke orang lain. Tidak semua perilaku dapat berpotensi sebagai komunikasi, tapi kebanyakan perilaku dapat dijelaskan sebagai cara komunikasi. Perilaku ini meliputi gerakan tubuh hingga ekspresi wajah yang beragam tergantung komunikasi apa yang ingin disampaikan. Ketika memperlihatkan ekspresi murung, seseorang dapat dimaknai sedang bersedih atau tertekan atas suatu masalah. Ketika ekspresi wajah bahagia, seseorang dapat dijelaskan sedang mengalami beberapa hal menyenangkan atau membahagiakan. 3. Komunikasi Memiliki Dimensi Isi Dan Dimensi Hubungan Perlu diketahui bahwa dimensi isi disandi secara verbal, sedangkan dimensi hubungan disandi secara non-verbal. Dimensi isi merupakan muatan isi yang ingin disampaikan dalam komunikasi, dimensi isi menunjukkan apa yang ingin dikatakan atau disampaikan. Kemudian untuk dimensi hubungan menunjukkan tentang bagaimana cara mengatakannya. Hal ini mengisyaratkan tentang bagaimana hubungan antara peserta komunikasi dan menunjukkan bagaimana pesan tersebut diterima. 4. Komunikasi Berlangsung Dalam Berbagai Tingkat Kesenjangan Komunikasi dapat berlangsung dari tingkat tidak sengaja hingga komunikasi yang memang disengaja atau telah direncanakan sebelumnya. Komunikasi yang tidak sengaja memang bukan termasuk sarat komunikasi, namun dalam beberapa kondisi kita biasa melangsungkan komunikasi dengan orang lain tanpa disengaja atau direncanakan sebelumnya. Nah untuk komunikasi yang disengaja menunjukkan keinginan seseorang untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain yang mana komunikasi tersebut telah direncanakan sebelumnya. Implikasi dari komunikasi dapat berlangsung dalam berbagai tingkat kesenjangan, ini menunjukkan bahwa komunikasi tersebut dapat dilakukan dalam berbagai tingkat kesadaran. Nah komunikasi dalam situasi khusus biasanya dilakukan dengan tingkat kesadaran yang tinggi, berbeda dengan komunikasi dalam situasi rutin. 5. Komunikasi Terjadi Dalam Konteks Ruang Dan Waktu Komunikasi pasti terjadi dalam ruang dan waktu, ruang dapat meliputi tempat di mana komunikasi tersebut dilakukan dan waktu meliputi kapan terjadinya komunikasi tersebut. Dalam konteks yang lebih luas, ruang dan waktu dapat menciptakan ragam komunikasi, misalnya ketika suasana tahun baru atau lebaran, yang mana komunikasinya berisi hal-hal yang berbau tahun baru maupun lebaran. 6. Komunikasi Melibatkan Prediksi Peserta Komunikasi Komunikasi dapat menciptakan prediksi-prediksi yang dapat muncul tanpa disadari oleh lawan bicara tentang arah komunikasi tersebut berlangsung. Hal ini terjadi karena manusia dapat berpikir dan memahami manusia lain baik dari verbal maupun non-verbal yang ditunjukkan. 7. Komunikasi Bersifat Sistematik Komunikasi juga bersifat sistematik yang terdiri dari dua sistem, yaitu sistem internal dan eksternal. Sistem internal merupakan seluruh sistem yang berasal atau dibawa oleh individu ketika melakukan komunikasi. Sistem internal mengandung berbagai unsur pembentuk individu yang unik seperti kepribadian, intelegensi, pendidikan, pengetahuannya, bahasa, agama, cita-cita, dan pengalamannya. Sedangkan sistem eksternal sendiri merupakan seluruh unsur dalam lingkungan di luar diri individu. Ini meliputi kata-kata yang dipilih, isyarat fisik, penataan ruang, kegaduhan, pencahayaan, suhu ruangan, dan lainnya. Lingkungan juga bisa mencakup banyak hal seperti tempat kerja, sekolah, rumah, dan lain sebagainya. 8. Semakin Mirip Latar Belakang Sosial Budaya Semakin Efektif Komunikasi yang efektif merupakan komunikasi yang hasilnya sesuai dengan harapan peserta komunikasi. Komunikasi akan semakin efektif ketika komponen-komponen tertentu memiliki kemiripan seperti latar belakang sosial dan budaya yang sama. 9. Komunikasi Bersifat Non Sekuensial Tidak Berurutan Unsur-unsur dalam komunikasi biasanya terjadi tanpa mengikuti suatu tatanan yang bersifat linier, sirkuler, helikal, atau tatanan yang lain. Unsur dalam komunikasi memang dapat terjadi sesuai dengan tatanan, tetapi pada umumnya berlangsung secara acak. 10. Komunikasi Bersifat Prosesual, Dinamis Dan Transaksional Komunikasi merupakan sebuah proses yang sifatnya dinamis, prosesual, dan transaksional. Komunikasi dapat berisi tentang memberi dan menerima informasi, komunikasi yang saling mempengaruhi, serta dapat terjadi berubah-ubah atau tidak statis. 11. Komunikasi Bersifat Irreversibel Sifat irreversibel merupakan implikasi dari komunikasi sebagai proses yang selalu berubah-ubah kapan saja. Setiap peserta komunikasi tidak dapat mengontrol sedemikian rupa terhadap efek yang ditimbulkan dari komunikasi yang dilangsungkan. Ditambah lagi bahwa komunikasi tidak dapat ditarik kembali, contohnya ketika seseorang mengeluarkan kalimat yang menyakiti hati orang. lain, maka efeknya tidak dapat hilang begitu saja. 12. Komunikasi Bukan Panesea Untuk Menyelesaikan Berbagai Masalah Komunikasi tidak selamanya dapat menyelesaikan tiap-tiap masalah. Memang persoalan dan konflik mungkin terjadi akibat komunikasi, namun komunikasi tidak selalu bisa menyelesaikan konflik tersebut jika konfliknya berkaitan dengan masalah struktural atau aturan. Baca juga 4 jenis komunikasi dan penjelasannya Demikian pembahasan mengenai prinsip-prinsip komunikasi yang harus Anda ketahui. Jadi dalam berkomunikasi kita terikat oleh berbagai macam prinsip di dalamnya, sehingga komunikasi tersebut dapat berlangsung antara satu peserta dengan yang lain.
12 Prinsip Komunikasi dan Contoh Prinsip Komunikasi – Lampu lalu lintas menunjukkan warna merah dan kendaraan-kendaraan berhenti. Kemudian, lampu lalu lintas berganti menjadi kuning lalu hijau. Semua kendaraan yang berhenti berjalan kembali. Bu Aisyah sedang menerangkan bab tentang aljabar saat jam pelajaran matematika. Kemudian, ia menegur Nanda yang terlihat lesu dan tidak memperhatikan dirinya ketika menerangkan materi. Kedua hal di atas adalah salah satu bentuk komunikasi walaupun tidak selalu menggunakan bahasa verbal. Komunikasi dapat dilakukan dengan sengaja atau tidak. Berikut prinsip-prinsip komunikasi selengkapnya. Prinsip-Prinsip Komunikasi Prinsip-prinsip dari komunikasi sendiri beragam dan akan di jelaskan sebagai berikut Komunikasi Merupakan Suatu Proses Simbolik Dalam berkomunkasi, manusia menggunakan lambang atau simbol sebagai penyampai pesan. Dikatakan bahwa manusia adalah animal symbolicum yang artinya manusia adalah makhluk yang membutuhkan lambang. Lambang atau simbol ialah sesuatu yang digunakan manusia untuk menunjuk sesuatu lainnya berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat oleh sekelompok manusia. Simbol dapat berupa pesan verbal atau kata-kata, pesan non verbal atau perilaku, dan objek-objek lain yang disepakati bersama maknanya. Lambang dapat diidentifikasi melalui sifat-sifat yang dimilikinya. Sifat-sifat lambang diketahui sebagai berikut. Tidak beraturan, manasuka dan sewenang-wenang. Objek apa pun dapat dijadikan lambang, baik gerakan tangan, mimik muka, atribut, bunyi dan kata-kata. Objek-objek yang akan dijadian lambang bergantung pada disepakatinya atau tidak objek tersebut untuk dijadikan lambang oleh sekelompok orang yang akan menggunakannya. Pada dasarnya lambang tidak mempunyai makna, kemudian manusia yang memberikan makna pada lambang tersebut. Suatu objek tidak mempunyai makna. Namun, manusia yang kemudian sepata memberikan makna kepada objek tersebut. Makna pada lambang tersebut sebenarnya berada dalam pikiran kita bukan terletak pada lambang itu sendiri. Contohnya lampu lalu lintas berwarna merah dimaknai untuk kendaraan berhenti, warna kuning dimaknai bahwa kendaraan berjalan perlahan baik untuk berhenti maupun mulai jalan kembali dan warna hijau dimaknai untuk kendaraan mulai berjalan normal. Beragam Lambang yang digunakan antara satu kelompok manusia dengan kelompok manusia yang lain dapat berbeda. Tidak ada patokan baku yang digunakan. Penggunaan lambang disesuaikan dengan budaya dan tempat pemakai lambang serta konteks komunikasi yang terjadi. Misalnya, kata “piring” disepakati oleh orang Indonesia untuk menyebut alat yang digunakan untuk mewadahi makanan, dengan maksud yang sama orang Inggris menyebutnya “plate” dan orang Jepang menyebutnya “osara”. Setiap Perilaku Berpotensi Komunikasi Manusia akan selalu melakukan komunikasi. Tetapi, tidak semua perilaku manusia merupakan bentuk komunikasi. Sesuatu dapat dikatakan komunikasi apabila indivisu memberikan makna peda peilakunya atau perilaku orang lain. Perilaku-perilaku manusia yang ditampilkan mempunyai potensi untuk diartikan sebagai komunikasi. Contohnya, apabila seseorang menjaga jarak saat berbicara dengan orang lain artinya ia merasa kurang nyaman atau menunjukkan bahwa ia dan lawan bicaranya tidak mempunyai hubungan yang dekat. Seseorang mengangguk saat dimintai pendapatnya menandakan ia setuju, atau ia menggelengkan kepala artinya ia tidak setuju. Komunikasi Berdimensi Isi Dan Hubungan Dimensi isi disandikan dengan bahasa verbal dan dimensi hubungan disandikan dengan bahasa non verbal. Di dalam Dimensi isi menunjukkan isi atau pesan yang dikomunikasikan. Dimensi hubungan menunjukkan bagaimana pesan disampaikan serta mengisyaratkan hubungan pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi serta bagaimana pesan dalam komunikasi tersebut diartikan. Pesan dapat artikan secara berbeda apabila penyampaian pesan juga berbeda. Contohnya, seorang ibu berkata’ “Ayo kerjakan PR nya”, dengan wajah tersenyum menandakan sang ibu mengajak dan memotivasi anak untuk mengerjakan PR. Berbeda halnya jika ibu tersebut mengatakan hal yang sama dengan raut muka marah dengan kedua tangan berkacak di pinggang. Hal itu dapat ditafsirkan bahwa ibu tersebut dalam keadaan marah menyuruh anaknya mengerjakan PR. Dimensi isi dan hubungan dalam komunikasi massa masing-masing disandikan dengan isi pesan dan jenis saluran komunikasi yang digunakan. Sebuah informasi yang disampaikan melalui media massa tidak hanya dipandang dari segi konten saja, tetapi penulis, media yang menyiarkan dan media yang disampaikan juga memengaruhi cara pesan ditafsirkan. Pesan yang sama dapat mengakibatkan pengaruh yang berbeda apabila disampaikan oleh orang yang berbeda. Berita yang ditulis oleh orang yang sudah dikenal atau biasa dibaca, akan dirasa berbeda jika ditulis oleh orang yang berbeda. Pesan yang disampaikan melalui media yang berbeda juga menimbulkan pengaruh yang berbeda. Contohnya, berita kekerasan di televisi yang biasanya ditampilkan dengan video atau gambar akan mudah diikuti oleh anak-anak dibandingkan dengan berita radio yang hanya berupa suara. Komunikasi Berlangsung Dalam Beragam Tingkat Kesengajaan Disadari atau tidak, manusia melakukan komunikasi. Misalnya, kita tidak sengaja melihat selama beberapa waktu sepasang sepatu dipajang di sebuah toko dan penjaga toko yang mengetahui tersebut mengartikan bahwa kita terpana atau menginginkan sepatu itu. Komunikasi tidak selalu disengaja. Walaupun kita terkadang tidak bermaksud menyampaikan pesan secara sengaja, tetapi orang lain sikap dan perilaku kita bisa berpotensi untuk diartikan orang lain sebagai bentuk komunikasi. Kita tidak dapat mengendalikan orang lain untuk menginterpretasikan atau tidak sikap dan perilaku kita. Adakalanya kita mengucapkan sesuatu secara tidak sengaja dalam kehidupan sehari-hari dan sebenarnya ada lebih banyak pesan non verbal yang diperlihatkan tanpa sengaja. Contohnya, kita memberikan senyum dengan saat berpapasan di jalan dengan orang yang kita kenal. Itu merupakan bentuk sapaan tanpa bahasa verbal. Komunikasi Terjadi Dalam Konteks Ruang Dan Waktu Penafsiran pesan dapat berubah sesuai dengan konteks ruang atau fisik, waktu, sosial dan psikologis. Contohnya, berbicara mengenai topik berbau komedi atau tertawa terbahak-bahak adalah tindakan yang tidak tepat dilakukan ketika berada di pemakaman. Topik tersebut akan lebih baik disampaikan ketika berkumpul di tempat yang santai, seperti rumah dan cafe. Selain itu, tempat komunikasi berlangsung dapat mengindikasikan tingkat penerimaan seseorang. Apabila seseorang menerima tamu di teras rumah akan berbeda kedekatannya dengan tamu yang diterima di ruang tamu atau bahkan diperbolehkan masuk ke dapur. Waktu pun menetukan makna pesan. Ani menelpon ibunya saat tengah malam. Ibu Ani menganggap ada sesuatu yang sangat darurat sehingga Ani menelpon saat tengah malam. Berbeda halnya jika Ani menelpon ibunya di siang hari. Hal itu akan dianggap biasa oleh ibu Ani. Keberadaan orang lain dalam konteks sosial akan memengaruhi orang-orang yang melakukan komunikasi. Ratih sebenarnya ingin menceritakan kesedihannya akibat nilai mata pelajaran yang jelek kepada Fira. Akan tetapi, Ratih mengurungkan niatnya sebab ia tidak sedang berdua dengan Fira. Ketika berdua saja dengan Fira, maka ia mulai menceritakan hal yang membuatnya sedih. Selain itu, suasana psikologis turut memengaruhi suasana komunikasi yang berakhir pada pemaknaan yang berbeda. Budi meminta dibelikan sesuatu kepada ibunya ketika ibunya merasa lelah setelah mengurus pekerjaan rumah seharian dan Budi dimarahi ibunya. Dalam keadaan normal, bisa saja ibu Budi membelikan apa yang diinginkan Budi. Akan tetapi, suasana psikologis yang kurang mendukung mengakibatkan suasana komunikasi yang tidak efektif. Komunikasi Meliputi Prediksi Para Peserta Komunikasi Komunikasi merupakan hal yang terikat oleh aturan. Manusia meperkirakan atau memprediksi efek pesan mereka terhadap orang lain. Manusia memilih cara-cara tertentu agar pesannya diterima atau orang lain merespon pesan yang disampaikan. Proses memprediksi perilaku orang lain ini berjalan dengan sangat cepat. Terdapat derajat tertentu di mana perilaku manusia teratur dengan kata lain perilaku manusia dapat diprediksikan. Apabila perilaku manusia selalu bersifat acak, maka akan timbul kesulitan dalam hidup manusia. Komunikasi Bersifat Sistemik Ada dua sistem dasar yang berperan dalam proses transaksi komunikasi, yaitu sistem internal dan sistem eksternal. Sistem internal merupakan seluruh sistem nilai yang turut ketika manusia berpartisipasi dalam komunikasi yang telah dicerna selama ia bersosialisasi dalam bermacam lingkungan sosialnya, seperti keluarga, teman dekat, kelompok-kelompok pergaulan, tempat bekerja dan sebagainya. Pada Sistem internal meliputi unsur-unsur seperti tingkat kecerdasan, motif, pengalaman masa lalu, cita-cita,pengetahuan dan lain-lain yang membentuk seseorang menjadi berbeda dengan manusia lain unik. Sistem eksternal tersusun dari keseluruhan unsur yang ada di lingkungan luar diri seseorang, seperti tata ruang, isyarat fisik, kata-kata yang akan digunakan saat bicara dengan orang lain, temperatur dan lain-lain. Seluruh unsur tersebut merupakan suatu rangsangan stimulus yang dapat mengenai siapa pun yang terlibat dalam komunikasi. Tetapi, setiap orang mempunyai sistem internal yang berbeda sehingga setiap orang mempunyai persepsinya masing-masing walaupun dikberikan stimulus yang sama, waktu dan tempat yang sama serta situasi yang sama. Contohnya, bagi orang yang sedang lapar iklan makanan di televisi semakin membuat lapar menggugah selera makan mereka. Akan tetapi, bagi orang yang tidak sedang lapar, iklan tersebut tidak mempunyai efek apapun. Oleh karena itu, komunikasi ialah perpaduan dari sistem internal sistem eksternal. Semakin Besar Kesamaan Latar Belakang Sosial Budaya, Komunikasi Semakin Efektif Komunikasi dikatakan efektif apabila hasil dari komunikasi sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pihak-pihak di dalam komunikasi. Contohnya, sekumpulan ibu rumah tangga membeli peralatan masak setelah menyaksikan demonstrasi masak oleh penjual alat tersebut. Penjual alat masak tersebut mempunyai harapan bahwa ibu-ibu akan membeli dagangannya dengan strategi demo masak ibu-ibu telah terpenuhi harapannya untuk memiliki alat masak yang lebih canggih dan modern. 12 Prinsip Komunikasi Beserta Contohnya Lengkap Kesamaan-kesamaan yang muncul dalam hal tertentu, seperti jenis kelamin, usia, pekerjaan, agam, tingkat pendidikan, etnis atau tingkat sosial ekonomi akan mendorong manusia untuk saling tertarik dan akhirnya berujung pada komunikasi yang efektif. Kesamaan-kesamaan tertentu yang hadir dalam proses komunikasi disebut dengan derajat homofili. Komunikasi Bersifat Non-Sekuensial Komunikasi dapat bersifat satu arah linear atau dua arah. Pada saat guru menerangkan mata pelajaran tertentu di depan kelas biasanya dianggap komunikasi satu arah. Akan tetapi, para siswa sebenarnya dapat menjadi komunikator. Siswa baik secara sadar atau tidak, menunjukkan mimik muka tanda mengerti atau belum mengerti akan penjelasan guru. Apabila guru menangkap makna mimik tersebut, maka komunikasi dua arah terjadi. Komunikasi Bersifat Dinamis, Sinambung, Dan Transaksional Komunikasi merupakan sebuah proses yang berkesinambungan kontinyu. Filosof Yunani Kuno, Heraclitus, menganalogikan mengungkapkan bahwa manusia tidak pernah menyeberangin sungai yang sama dua kali. Saat kedua, ketiga dan seterusnya manusia melewati sungai tersebut, sungainya sudah tidak sama lagi seperti saat pertama kali dilewati. Sama halnya dengan komunikasi, A bercerita kepada B. Kemudian B bercerita kepada D dan begitu seterusnya. Komunikasi sebagai suatu proses yang dinamis dan transaksional dimaknai bahwa orang-orang yang berkomunikasi mengalami perubahan secara fisik maupun mentalnya. Komunikasi Bersifat Irreversible Saat kita menyampaikan pesan kepada orang lain, maka kita tidak dapat mengontrol penyebaran informasi dan efek pesan tersebut kepada para khalayak. Itu merupakan maksud dari komunikasi bersifat irreversible. Apabila kita mengatakan sesuatu yang kurang berkenan bagi lawan bicara kita, kita mungkin akan dimaafkan atas apa yang telah diucapkan. Tetapi, itu tidak berarti lawan bicara kita akan bersikap normal kembali atau melupakan apa yang terjadi. Sifat komunikasi yang irreversible berkaitan dengan komunikasi sebagai suatu proses yang dinamis. Pembelajaran yang dapat diambil dari prinsip ini adalah sebaiknya kita berhati-hati dalam menyampaikan pesan kepada orang lain sebab kita tidak dapat menghapuskan efek pesan yang telah sampai ke orang lain walaupun kita meralatnya. Jika ditinjau dari konteks komunikasi massa, saat penyiar menyampaikan berita yang salah dan berdampak pencemaran nama baik salah satu pihak, maka bukan hal yang mudah untuk memulihkan nama baik pihak tersebut. Perlu usaha yang lebih banyak dan lebih keras dibandingkan menyampaikan berita yang salah dalam rangka memperbaiki nama baik seseorang. Komunikasi Hanya Salah Satu Cara Dalam Menyelesaikan Masalah Terdapat banyak masalah atau konflik sebagai akibat dari kesalahan komunikasi. Komunikasi bukan cara yang mutlak untuk menyelesaikan permasalahan. Ada hal-hal lain yang turut andil dalam terselesaikannya suatu masalah. Contohnya, konflik antaretnis yang kerap terjadi di Indonesia bukan semata-mata disebabkan komunikasi yang tidak baik. Pemahaman serta kemauan untuk menerima orang yang berlainan etnis dengan kita merupakan hal dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang. Tanpa hal tersebut, komunikasi hanya proses yang sia-sia. Demikian penjelasan tentang 12 Prinsip Komunikasi dan Contoh Prinsip Komunikasi yang telah diberikan oleh pustakaindo. Mudah-mudahan dengan pengetahuan yang kita miliki tentang prinsip-prinsip komunikasi membuat kita lebih mengerti akan cara berkomunikasi yang baik dan efektif. Terima kasih 🙂
Prinsip-prinsip komunikasi seperti halnya fungsi dan definisi komunikasi mempunyai uraian yang beragam sesuai dengan konsep yang dikembangkan oleh masing-masing pakar. Istilah prinsip oleh William B. Gudykunst disebut asumsi-asumsi komunikasi. Larry dan Richard menyebutnya karakteristik komunikasi. Deddy Mulyana, membuat istilah baru yaitu prinsip-prinsip komunikasi. Berikut 15 prinsip komunikasi yaitu Prinsip 1 Komunikasi adalah suatu proses simbolik Komunikasi adalah sesuatu yang bersifat dinamis, sirkular dan tidak berakhir pada suatu titik, tetapi terus berkelanjutan. Prinsip 2 Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi Setiap orang tidak bebas nilai, pada saat orang tersebut tidak bermaksud mengkomunikasikan sesuatu, tetapi dimaknai oleh orang lain maka orang tersebut sudah terlibat dalam proses berkomunikasi. Gerak tubuh, ekspresi wajah komunikasi non verbal seseorang dapat dimaknai oleh orang lain menjadi suatu stimulus. Prinsip 3. Komunikasi Mencakup Dimensi Isi Dan Hubungan Komunikasi, berkaitan dengan dunia nyata atau sesuatu yang berada di luar bersifat ekstern bagi pembicara dan pendengar. Tetapi, sekaligus, komunikasi juga menyangkut hubungan di antara kedua pihak. Sebagai contoh, seorang atasan mungkin berkata kepada bawahannya, “Datanglah ke ruang saya setelah rapat ini.” Pesan sederhana ini mempunyai aspek isi kandungan, atau content dan aspek hubungan relational. Aspek isi mengacu pada tanggapan perilaku yang diharapkan—yaitu, bawahan menemui atasan setelah rapat. Aspek hubungan menunjukkan bagaimana komunikasi dilakukan. Bahkan penggunaan kalimat perintah yang sederhana sudah menunjukkan adanya perbedaan status di antara kedua pihak Atasan dapat memerintah bawahan. Ini barangkali akan lebih jelas terlihat bila kita membayangkan seorang bawahan memberi perintah kepada atasannya. Hal ini akan terasa janggal dan tidak layak karena melanggar hubungan normal antara atasan dan bawahan. Dalam setiap situasi komunikasi, dimensi isi mungkin tetap sama tetapi aspek hubungannya dapat berbeda, atau aspek hubungan tetap sama sedangkan isinya berbeda. Sebagai contoh, atasan dapat mengatakan kepada bawahan “Sebaiknya anda menjumpai saya setelah rapat ini” atau “Dapatkah kita bertemu setelah rapat ini?” Dalam kedua hal, isi pesan pada dasarnya sama—artinya, pesan dikomunikasikan untuk mendapatkan tanggapan perilaku yang sama—tetapi dimensi hubungannya sangat berbeda. Dalam kalimat pertama, jelas tampak hubungan atasan-bawahan, bahkan terasa kesan merendahkan bawahan. Pada yang kedua, atasan mengisyaratkan hubungan yang lebih setara dan memperlihatkan penghargaan kepada bawahan. Prinsip 4 Komunikasi itu berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan Setiap tindakan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang bisa terjadi mulai dari tingkat kesengajaan yang rendah artinya tindakan komunikasi yang tidak direncanakan apa saja yang akan dikatakan atau apa saja yang akan dilakukan secara rinci dan detail, sampai pada tindakan komunikasi yang betul-betul disengaja pihak komunikan mengharapkan respon dan berharap tujuannya tercapai Prinsip 5 Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu Pesan komunikasi yang dikirimkan oleh pihak komunikan baik secara verbal maupun non-verbal disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi itu berlangsung, kepada siapa pesan itu dikirimkan dan kapan komunikasi itu berlangsung. Prinsip 6 Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi Tidak dapat dibayangkan jika orang melakukan tindakan komunikasi di luar norma yang berlaku di masyarakat. Jika kita tersenyum maka kita dapat memprediksi bahwa pihak penerima akan membalas dengan senyuman, jika kita menyapa seseorang maka orang tersebut akan membalas sapaan kita. Prediksi seperti itu akan membuat seseorang menjadi tenang dalam melakukan proses komunikasi. Prinsip 7 Komunikasi Adalah Paket Isyarat Perilaku verbal dan nonverbal saling memperkuat dan mendukung. Semua bagian dari sistem pesan biasanya bekerja sama untuk mengkomunikasikan makna tertentu. Kita tidak mengutarakan rasa takut dengan kata sementara seluruh tubuh kita bersikap santai. Kita tidak mengungkapkan rasa marah sambil tersenyum. Seluruh tubuh—baik secara verbal maupun nonverbal—bekerja sama untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan kita. Prinsip 8 Komunikasi itu bersifat sistemik Dalam diri setiap orang mengandung sisi internal yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya, nilai, adat, pengalaman dan pendidikan. Bagaimana seseorang berkomunikasi dipengaruhi oleh beberapa hal internal tersebut. Sisi internal seperti lingkungan keluarga dan lingkungan dimana dia bersosialisasi mempengaruhi bagaimana dia melakukan tindakan komunikasi. Prinsip 9 Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektiflah komunikasi Jika dua orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama, pendidikan yang sama, maka ada kecenderungan dua pihak tersebut mempunyai bahan yang sama untuk saling dikomunikasikan. Kedua pihak mempunyai makna yang sama terhadap simbol-simbol yang saling dipertukarkan. Prinsip 10 Komunikasi bersifat nonsekuensial Proses komunikasi bersifat sirkular dalam arti tidak berlangsung satu arah. Melibatkan respon atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu diterima dan dimengerti. Prinsip 11 Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional Konsekuensi dari prinsip bahwa komunikasi adalah sebuah proses adalah komunikasi itu dinamis dan transaksional. Ada proses saling memberi dan menerima informasi diantara pihak-pihak yang melakukan komunikasi. Prinsip 12 Komunikasi Adalah Proses Penyesuaian Komunikasi hanya dapat terjadi bila para komunikatornya menggunakan sistem isyarat yang sama. Anda tidak akan bisa berkomunikasi dengan orang lain jika sistem bahasa anda berbeda. Tetapi, prinsip ini menjadi sangat relevan bila kita menyadari bahwa tidak ada dua orang yang menggunakan sistem isyarat yang persis sama. Orang tua dan anak, misalnya, bukan hanya memiliki perbedaan kata yang berbeda, melainkan juga mempunyai arti yang berbeda untuk istilah yang mereka gunakan. Prinsip 13 komunikasi bersifat irreversible Setiap orang yang melakukan proses komunikasi tidak dapat mengontrol sedemikian rupa terhadap efek yang ditimbulkan oleh pesan yang dikirimkan. Komunikasi tidak dapat ditarik kembali, jika seseorang sudah berkata menyakiti orang lain, maka efek sakit hati tidak akan hilang begitu saja pada diri orang lain tersebut. Prinsip 14 Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah Dalam arti bahwa komunikasi bukan satu-satunya obat mujarab yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah. Prinsip 15 Komunikasi melibatkan transaksi simetris dan komplementer Hubungan dapat berbetuk simetris atau komplementer Watzlawick dkk., 1967. Dalam hubungan simetris dua orang saling bercermin pada perilaku lainnya. Jika salah seorang mengangguk, yang lainnya mengangguk, jika yang satu menampakan rasa cemburu, yang lain memperlihatkan rasa cemburu; jika yang satu pasif, yang lain pasif. hubungan ini bersifat setara sebanding, dengan penekanan pada meminimalkan perbedaan diantara kedua orang yang bersangkutan. Dalam hubungan komplementer kedua pihak mempunyai perilaku yang berbeda. perilaku salah seorang berfungsi sebagai stimulus perilaku komplementer dari yang lain. Dalam hubungan komplementer perbedaan diantara kedua pihak dimaksimumkan. yang satu aktif, yang lain pasif; yang satu kuat yang lain lemah; pada masanya, budaya yang membentuk hubungan seperti ini.