Dikeheninganmalam Terdiam ku sendiri melihat bayanganmu bak sang rembulan. Apr 17 2014 Puisi Berantai Lucu Dokter pangeran cinta petani orang miskin by. Download Lagu Bip Seribu Puisi. Puisi Pahlawan Pupus Raga Hilang Nyawa. Puisi bali modern pendek. Puisi bertema pendidikan 4 bait. Puisi berantai merupakan hasil penggabungan berbagai macam puisi.
Pantun3 Bait Tentang Guru - Kata Kata Cinta. Paling Laju Puisi Guru 2 Bait 4 Baris. Pembahasan Puisi Cita-Citaku di Tema 6, Sub Tema 1, Pembelajaran 1. Puisi tentang ilmu 4 bait. Contoh Puisi Guru for Android - APK Download. Mengenal Jenis-Jenis dan Contoh Puisi Baru | Bahasa Indonesia Kelas 10
Contohpuisi guru 4 bait terbaik penuh makna buatlah puisi tentang cita-cita. Aku takkan lelah untuk mencari ilmu. Source: www.kepogaul.com. Kelas 5 bahasa indonesia samidi by yeti herawati issuu. buatlah pusi tentang cita cita menjadi polisi dengan 2 bait dan rima yang benar brainly co id.
Inilahcontoh puisi dengan 4 bait tema teknologi dan ulasan lain mengenai hal-hal yang masih ada kaitannya dengan contoh puisi dengan 4 bait tema teknologi yang Anda cari. Berikut ini tersedia beberapa artikel yang menjelaskan secara lengkap tentang contoh puisi dengan 4 bait tema teknologi .
Artikelini menyajikan beberapa contoh tentang puisi cinta yang menyentuh hati, dalam artikel ini juga akan kalian dapati puisi yang masih menyangkut masalah cinta seperti puisi galau, puisi romantis dan masih banyak lagi Merangkai bait bait puisi dari hati. Ku tuliskan tentangmu dalam bait bait puisi Jemariku lincah menari dalam alunan
Contohpuisi bebas 4 bait tentang ibu alam sahabat cinta pantai pedesaan kepahlawanan 21 mei 2019. Sesatlah aku di dalam hutan belantara tiada bertuan. Contoh puisi bebas 4 bait tentang ibu tercinta. Puisi alam merupakan sebuah puisi yang mengagungkan tentang alam yang indah alam yang menyejukkan dan sangat nyaman ditempati.
Sedangkanstruktur fisik (metode penyampaian puisi) terdiri dari diksi, imajinasi, perwajahan puisi gaya bahasa atau majas dan juga rima atau irama. Berikut kumpulan puisi tentang keindahan alam. BACA JUGA : 120 Gombalan untuk Cowok Romantis, Receh Tapi Bikin Baper. Berikut contoh puisi tentang alam 4 bait 1. Laut yang Ramai
12Quotes Pemandangan Kota 40 Kata Kata Caption Tentang Silahkan kunjungi postingan 9 contoh puisi tentang alam pegunungan dan cinta 2 3 4 bait pedesaan untuk anak sd keindahan semesta makna kerusakan hutan indonesia bahasa sunda untuk membaca artikel selengkapnya. Baris larik membentuk suatu bait jumlah larik bisa dimulai dari 4 larik
puisitentang-kemerdekaan. Dengan demikian, kerajaan-kerajaan di nusantara ini saling berperang dan menghancurkan. Akan tetapi, seiring waktu berjalan, benih-benih persatuan pun mulai tumbuh subur dan menyebar dengan cepat. Para pejuang muda dari seantero Nusantara mulai menggalang persatuan. Mereka menyadari sekuat apa pun keinginan untuk
Puisi4 bait 4 baris tentang cinta persahabatan dan. Berikut ini contoh puisi modern tentang corona sebanyak 4 bait yang aku modifikasi dari puisi tentang rindu sekolah yang pernah aku buat sebelumnya. Puisi pendek singkat kumpulan sajak kiriman netizen update tiap hari. Puisi tentang virus corona atau covid 19.
ARqLK. Contoh puisi bebas ini terdiri 4 bait. Jadi tiap-tiap puisi terdiri dari 4 bait. Adapun tema-temanya bisa dibaca di bawah ini Tak Ada Keindahan Seindah Dirimu Ketika angin berhembus, Dan sungai mengalir dari kaki bukit, Aku melihat keindahan tiada terkira, Bagai dibelai-belai kebahagiaan. Namun... Semua keindahan ini Tak ada apa-apanya Jika dibandingkan kasihmu, Ibu. Karena setiap belaianmu, Setiap pengorbanan dan ketulusan, Lebih indah dari gemericik air, Lebih halus dari hembusan angin. Maka di sini, Aku mulai mengerti Bahwa keindahan itu bukan di luar, Namun ada di dalam hati, seperti dirimu. Bagaimana Aku Kuatkan Hati Baiklah, Aku akan menahan air mataku, Seperti yang kau pinta padaku, Meskipun berat jiwaku oleh duka lara Akupun, Menguatkan dada Agar tak bergemuruh seluruh rasa, Yang hampir membuncah, Karena suka cita. Tetapi, Bagaimana aku menahankan Air mata ini saat rindu mengambang Di antara diriku dan kenangan. Ibunda, Menetes air mataku, Tak kuat rasa hatiku, Jika harus mengenangkan Setiap kebaikan darimu. Senja Merah Merona Setiap kali senja, Dan aku duduk sembari Menikmati angin bersemilir, Maka di saat itu pula, Ada geranjas bahagia Saat kukenang lekat-lekat Wajah Ibunda. Bahagia diri karena dianugerahi, Seorang Ibu yang sangat baik hati, Yang jiwanya sangat penyayang, dan hidupnya penuh pengorbanan. Izinkan diri ini Memberi kebahagiaan, Walau mungkin hanya setetes Di antara lautan bahagiamu. 2. Puisi 4 Bait Tentang Alam Bahagia Di Alam Raya Setiap kali menatap langit-Mu, Yang membentang indah membiru, Disertai sapuan awan gemawan, Lapang pulalah rasa dadaku. Tiba-tiba berlaksa bahagia Memenuhi telaga dalam hatiku, Karena aku tahu Tuhanku Maha Indah. Hari ini, Aku merindukan pertemuan dengan-Mu, Dan esok aku mengharapkan perjumpaan. Aku tahu, dunia ini begitu indah Tapi keindahan abadi hanya di surga. Maka ke sanalah jiwaku menuju Melepaskan diri dari hiruk pikuk dunia. Berjiwa Bagaikan Alam Aku ingin setenang gunung, Selapang langit, Setekun sungai, Seteduh pepohanan. Karena jiwaku menyukai mereka, Begitu pula jiwa-jiwa lainnya. Karena mereka Memberikan ketenangan, Menghadirkan kelapangan, Keteduhan dan pengajaran. Biarlah kunikmati hari ini Berada di tengah-tengah Bentangan alam. Saat Sedih, Di Sini Tempatku Jika kepedihan hidup Menghampiri diri, Melukai hati, Di sini aku sendiri. Melepaskan pandanganku Pada keluasan alam-Mu. Melepaskan duka laraku, Di antara deburan ombak-Mu. Alam ini adalah ayat-ayat; Tanda-tanda betapa Maha Kuasanya Engkau. Maka kecemasan menghilang, Karena kutahu siapa Tuhan-ku. Tuhan pemilik alam raya, Pemilik dunia dan alam baka, Pencipta diriku dan seluruhnya, Kepada-Mulah kembali segala. 3. Puisi 4 Bait Tentang Cinta, Kalau Dibaca Lucu Sekali Sajak Cintaku Galau Kalau hati sedang galau, Pikiran ini selalu kacau, Siang malam selalu resah, Hidup terasa dirundung masalah. Karena cinta semuanya berubah, Memikirkan dia hingga lelah, Membalas cintaku dia tak pernah, Bagaimana hati tidak gelisah. Ingin rasanya cintaku diterima, Tentu dalam hati akan bahagia, Merangkai bahtera rumah tangga, Setia selamanya hingga tua. Namun itu semua hanya impian, bahagia hanya sebatas angan, dia kini sudah menerima pinangan, besok tentu aku menerima undagan. Anaknya Cantik, Bapaknya Galak Cerita cintaku sangat merana, Jatuh cinta pada si cantik jelita, Matanya bening sangat menggoda, Kulit halus laksana sutra. Kalau tersenyum manis sekali, Lebih manis dari madu hutan asli, Kalau cemberut lucu sekali, Tetap cantik bagaikan bidadari. Sayang sayang bapaknya galak, Mudah marah dan menyalak, Aku datang malah dibentak, Untung saja tidak dijitak. Hati ini jadi gemetar, Mau berkata jadi gentar, Lebih baik aku pulang, Daripada nyawa melayang. 4. Puisi 4 Bait 4 Baris Ingat-Ingat Umur Hidup di dunia sementara, Tak selamanya usia muda, Akan datang waktu senja, Kulit keriput karena tua. Akan tumbuh uban di kepala, itulah awal dari pertanda, bahwa engkau mulai renta, umurmu di dunia tak akan lama. Matapun jadi lamur, Otot-otot pun jadi kendur, Sebentar lagi habis umur, Lalu masuk ke liang kubur. Cepat-cepatlah bertaubat, Sebelum ajal makin mendekat, Jangan lupakan amal sholat, Agar bahagia di dunia akhirat. 5. Puisi Bebas 3 Bait Dimana hendak mencari bahagia Di pantai, gunung, ataukah harta, Ternyata bukan di luar sana, Bahagia ada dalam jiwa. Bahagia adalah dalam sholat, ada pada saat sedekah, ada dalam setiap kebaikan, ada pada setiap kebaikan. Jangan pernah cari bahagia, Dengan menumpuk-numpuk harta, Carilah bahagia, Dengan menumpuk amal kebaikan. 6. Puisi 4 Bait Tentang Sekolah Di sini aku mencari ilmu, Kucari dari para guru, Di sini pula aku banyak bertemu, Dengan sahabat dan kawan-kawan. Sekolah ini akan membuat rindu, Banyak kenangan begitu syahdu, Kalau ingat tentu pilu, Banyak cerita yang tak kulewatkan. Semua guru membimbingku, Banyak teman suka menghiburku, Di sekolah tak pernah jemu, Itulah cerita yang tak mungkin kulupakan. 7. Puisi 4 Bait Tentang Kepahlawanan Engkau berperang dengan gagah, Menghalau perusak dan penjajah, Walau nyawa sebagai taruhan, Semua itu tak kau pedulikan. Asalkan bebas dan merdeka, Anak negeri tidak terjajah, Rela kau berikan nyawa, Bagai negeri yang tercinta. Cita-citamu akan kulanjutkan, Membangun negeri aman makmur, Rakyatnya bahagia sejahtera, Tidak kekurangan apapun jua. Semangatmu akan kuwarisi, Tekun belajar membangun negeri, Menjadi negara terdepan, Maju berkembang di segala bidang. 8. Puisi 4 Bait Tentang Sahabat Sahabat, Engkau adalah Pohon teduhku, Sungai gemericikku. Engkau adalah Cahaya surya hangatku, Senja paling indahku, malam-malam berbintangku. Engkau adalah Tokoh utama dalam ceritaku, Teman setia dalam duka citaku, Penyempurna saat-saat bahagiaku. Terimakasih Untuk semua yang kau berikan, Dari tawa, hingga kesetiaan, Kan kuingat di sepanjang kenangan. 9. Puisi 4 Bait Tentang Alam Pantai Semilir angin Berhembus menerpa wajahku, Membawa aroma tak terlupakan, Saat kududuk di tepi pantai. Deburan ombak, Bergemuruh suaranya di telinga, Memberikan hati sebuah ketenangan, Sambil menerawang segala kenanga. Kulepaskan pandangan, Laut dan langit di titik pertemuan, Alangkah luas alam ciptaan, Termenung diriku tentang Tuhan. Moga esok bila kumati, Kumati dalam penuh ampunan, Agar diri menjadi penghuni, Surga indah yang dijanjikan. 10. Puisi Tentang Alam Pedesaan Anak kecil bermain-main, Dengan lumpur di pesawahan, Tawanya lepas berderai, Mewakili hati penuh kebahagiaan. Sungguh permai alam pedesaan, Angin berhembus penuh kesejukan, Udara bersih tidak ada kotoran, Membuat hari-hari begitu nyaman. Hari ini aku datang, Ke desa ini aku pulang, Setelah lelah seharian, Hidup di kota sesak dengan keramaian.
Puisi menjadi salah satu cara untuk menuangkan perasaan dan pikiran tentang segala hal, termasuk tentang sekolah. Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi juga tempat untuk tumbuh dan mengembangkan kesempatan ini, kami sajikan kumpulan puisi tentang sekolah yang masing-masing terdiri dari 4 bait. Melalui puisi ini, penulis ingin menyampaikan betapa pentingnya sekolah dalam membentuk karakter dan mengejar impian serta memotivasi siswa lain untuk mengekspresikan pengalaman mereka melalui Puisi 4 Bait “Rumah Pencetak Akhlak”Karya Putu Surya Nata Sekolahku… pencetak akhlak Tempat panduan jejak demi jejak Menjadi tumpuan untuk berpijak Dalam liku dunia yang penuh gejolakSekolahku… pencetak akhlak Tempat mengasah jiwa dan juga otak Agar sikapku pandai bertindak Dalam hidup yang sulit ditebakSekolahku… pencetak akhlak Rumah yang indah semulia sajak Tempat naungan para guru yang bijak Mengajar dengan kasih yang banyakSekolahku… pencetak akhlak Menumbuhkan semangat tuk bergerak Mendorongku tuk kuat menanjak Agar masa depanku bersinar kelak2. Puisi 4 Bait “Sekolahku Yang Asri”Karya Ari Wulandari Di sana terhampar hijau rerumputan Begitu asri, menyegarkan pandangan Di pojok halaman, bunga bermekaran Menyebarkan aroma yang semerbakBerteduh di bawah pohon rindang Sekolahku yang asri, tempatku belajar Di dalam kelas, suasana tenang Guru bijaksana, membimbing dengan sabarPelajaran bermakna, diberikan dengan seksama Kami belajar dengan penuh semangat Meraih prestasi dan cita-cita Untuk wujudkan masa depan gemilangSekolahku yang asri nan menawan Tempat belajar menjadi insan yang hebat Membentuk karakter yang mulia Menjadi generasi penerus bangsa3. Puisi 4 Bait “Wahana Mencari Pelita”Karya Putu Surya Nata Sekolahku, tempat mencari pelita Yang buatku mengerti akan realita Yang buatku paham mitos dan fakta Menjadi suluh dalam jejak gulitaSekolahku, tempat belajar kata Melantunkan nasihat seindah permata Agar hidupku tak lagi buta Dalam dunia yang dibayangi dustaSekolahku, tempat menuntun cita Mengajarkanku sejuta cerita Tentang ilmu, peradaban dan cinta Jadi petunjuk di kehidupan nyataSekolahku, tempat mengupas talenta Mendorongku berkarya dan mencipta Memotivasi belajar setinggi semesta Agar masa depan tak terlunta-lunta4. Puisi 4 Bait “Tempatku Menggapai Asa”Karya Ari Wulandari Di dalam dinding-dinding ini Tempatku menggapai asa yang tinggi Dengan tekad dan semangat di hati Menuntut ilmu tanpa hentiGuru-guru bijaksana di sini Menuntun dan membimbing kami Dari yang tak tahu jadi mengerti Membuka pintu wawasan sejatiDi kelas yang riuh dan ramai Kami saling belajar dengan damai Membentuk karakter yang terpadu Dalam ikatan kekeluargaan yang utuhDi ruang-ruang perpustakaan Buku-buku menanti untuk dibaca Membuka jendela ilmu pengetahuan Menambah wawasan serta pengalaman5. Puisi 4 Bait “Melodi Kerinduan Sekolah”Karya Putu Surya Nata Rindu di jiwa kian merekah Teringat pada kenangan indah Kenangan lama tentang sekolah Tempat awal mengukir sejarahRindu di dada kian menggoda Terkenang kala masa bersepeda Menuju sekolah sambil bercanda Dengan semangat jiwa yang mudaRindu di kalbu makin menggebu Memori sekolah telah berpadu Tentang guru berwajah teduh Tentang kelas yang begitu riuhRindu di hati makin menjadi Terbesit kisah yang terpatri abadi Tentang papan tulis wahana studi Tentang nasehat sehangat melodi6. Puisi 4 Bait “Jayalah Sekolahku Tercinta”Karya Ari Wulandari Jayalah sekolahku tercinta Tempatku menimba wawasan Guru-guru bijak mengajar Mendidikku ke jalan yang benarRuang kelas yang nyaman Banyak teman yang bersahaja Kantin yang penuh cerita Hidangan lezat menemani belajarLapangan sekolah yang luas Tempat bermain dan berkarya Prestasi yang membanggakan Menjadi bukti sekolahku yang hebatSekolahku tempatku belajar Berjuang meraih cita-cita Jayalah sekolahku tercinta Semoga makin luar biasa7. Puisi 4 Bait “Sekolah Rumah Idaman”Karya Putu Surya Nata Sekolah kami… rumah idaman Tempat belajar dengan rasa aman Dalam suasana yang penuh pertemanan Membuat kami betah dan nyamanSekolah kami… rumah harapan Tampak bersih dan penuh keindahan Terlihat menawan berhiaskan taman Membuat pikiran sulit melupakanSekolah kami… rumah impian Tempat kami belajar kebenaran Untuk menggali semua jawaban Atas segala ragam pertanyaanSekolah kami… rumah masa depan Tempat kami membangun kekuatan Menempa mental dengan pendidikan Agar berguna bagi kehidupan8. Puisi 4 Bait “Jayalah Sekolahku”Karya Putu Surya Nata Di tempat ini aku banyak belajar Bersama guru-guru yang penyabar Di tempat ini aku jadi pelajar Yang menempaku tuk tumbuh bersinarDi tempat ini ku dididik dengan benar Dihiasi keseriusan dan juga kelakar Berharap kelak menjadi orang besar Agar membantu Indonesia berkibarSekolah ini mengasah bakat dan nalar Mengajarkanku hal-hal yang mendasar Memberikan semangat untuk mengejar Mengejar impian seindah sang fajarSekolah ini jadi awalku untuk berlayar Berlayar dari kebodohan yang liar Menuju masa depan yang cerah berpijar Jayalah sekolahku, semoga makin tenar9. Puisi 4 Bait “Sekolah Kenangan”Karya Ari Wulandari Rindu akan sekolah lama Hidup tanpa beban Penuh tawa nan ceria Bersama teman-temanTeras sekolah yang indah Penuh kenangan menawan Kantin dengan hidangan menggoda Kembali ke masa nostalgiaWajah-wajah dulu Kini sangat ku rindu Ingin rasanya untuk bertemu Mengulang lagi ke masa laluOh, sekolahku tercinta Di sana ada banyak cerita Cinta kasih dan persahabatan Di hati selalu terasa10. Puisi 4 Bait “Sekolahku Istanaku”Karya Putu Surya Nata Sekolahku istanaku Tempat aku menuntut ilmu Meja dan bangku tersusun runut Tertata rapi di setiap sudutSekolahku istanaku Berhiaskan taman yang berpadu Tempat menawan membaca buku Membuat hati nyaman selaluSekolahku istanaku Meski letaknya di ujung jauh Tapi suasananya terasa teduh Membuat belajar tak jadi jenuhSekolahku istanaku Menjadi rumah yang aku rindu Tiada bosan untuk bertemu Bersama teman dan juga guru11. Puisi 4 Bait “Riuh Riang Anak Sekolah”Karya Ari Wulandari Di dalam gedung yang sederhana Berkumpul anak-anak bersemangat Siap belajar, siap menimba ilmu Dari buku-buku dan juga guruDi luar terdengar riuh suara Anak-anak bermain, tertawa riang Namun ketika bel bersuara Semua kembali ke dalam kelasDipandu guru-guru yang bijak Menginspirasi kami semua Memberi ilmu yang bermanfaat Berguna sepanjang hayatSekolah, tempat yang penuh arti Di sana belajar hidup berdikari Mendidik diri, meraih prestasi Menjadi insan yang berbakti12. Puisi 4 Bait “Selamat Ulang Tahun Sekolahku”Karya Putu Surya Nata Desiran angin membelai daun Rintik jatuh butiran embun Sinar surya merayap bangun Menghias alam indah berayunDi hari yang ceria mengalun Ku ucapkan selamat ulang tahun Untuk sekolahku, tempatku dituntun Moga kejayaan datang berduyun-duyunBertambah satu usiamu tersusun Semangat pendidikan jangan menurun Tempat kami dibimbing secara tekun Agar terwujud insan cerdas dan santunTiada kado mewah ataupun anggun Hanya sebait puisi yang aku himpun Meski rimanya tak seindah talibun Namun kuharap, kebahagiaan beruntun13. Puisi 4 Bait “Kala Cinta di Sekolah”Karya Putu Surya Nata Sekolah… Tempatku belajar mengawali cita Tempatku belajar mengukir cerita Membangun diri agar hidup tertata Mendidik diri biar tak hidup nistaSekolah… Tempatku tuk menemukan pelita Tempatku berlatih dari gulita Agar kelak tak lagi buta Dalam mengenal debu dan permataNamun kini… Aku terlarut dalam khazanah cinta Cinta di sekolah pada wanita Yang indahnya secantik jelita Yang membuat bibirku terbata-bataEntah apa… Caraku tuk hadapi realita Sebab cinta bisa bawa derita Karena cinta menggelapkan mata Membuat prestasi terlunta-lunta14. Puisi 4 Bait “Sekolahku Indah Merekah”Karya Putu Surya Nata Sekolahku yang indah Menawan dengan bunga merekah Berhiaskan embun yang membasah Menciptakan kesan hijau alamiahSekolahku yang indah Penuh pesona di tiap langkah Walau gedungnya tidak megah Tapi suasananya membuat betahSekolahku yang indah Memang bukan tempat yang mewah Tapi guru-gurunya bersikap ramah Membuat belajar makin bergairahSekolahku yang indah Tempat aku memulai sejarah Untuk belajar mencari arah Agar masa depan bersinar cerah* * *
Puisi Ibu Singkat 4 Bait, Foto Pexels/Daria di dunia ini yang patut kita cintai dan hormati adalah ibu. Sosok tersebut bagaikan malaikat yang diberikan ke dalam dunia ini bagi masing-masing diri kita. Kita bisa membalas kebaikan hati ibu dengan selalu menyenangkan hatinya dan berada di sisinya. Selain itu, kita juga bisa menyatakan rasa sayang kita dengan membuat puisi ibu singkat 4 bait, dimana dalam puisi ini akan digambarkan perasaan cinta kasih atas segala pengorbanan ibu untuk adalah kumpulan puisi yang didedikasikan untuk ibu yang telah banyak rela berkorban untuk kita, disadur dari buku Antologi Puisi Kasih Ibu Sepanjang Masa oleh Dahlia Damayanti Sholikhah, dkk 202112-23Puisi Ibu Singkat 4 Bait yang Mengharu BiruPuisi Ibu Singkat 4 Bait, Foto Pexels/Andrea untuk IbuIbu setiap rintikkan air matamuMenyadarkan diriku atas perbuatankuPengorbanan yang telah kau berikan untukkuSelalu ku kenang sepanjang hidupkuDi bawah redupnya pelita malamKurebahkan kepalaku di pangkuanmuAku merasakan hati yang penuh ketenanganLewat belaian hangat tangan halusmuKaulah jantung dan hatikuDarahmu mengalir deras di tubuhkuSemua tentang lukamu terikat di batinkuKutuliskan syair ini untukmu ibuDengan bait yang langsung terhubung denganmuDikiasi oleh goresan pena yang indahSyair ini akan selalu mewarnai hidupmuTeruntuk IbundaSemilir sarayu yang bersibak dalam afsun swastamitaTak memupuskan langkah bunda tuk menyiratkan afeksinyaSetiap malam, kidung harsa terdengar manis dalam ruang hampaTanpa harap eulogil walau peluh melumpuhkan sekujur atmaKalbuku berdegup memandang wajah cantikmu seakan tiada bebanTutur manismu mampu mengiringi seluk-beluk kehidupanMeredum tamparan perkara yang mengantui kalbu; berhamburanHingga atma berdaya melampaui liku buana kian paganDi tengah penghujung malam, terselip doa walau derai menerpaMemanjatkan doa teruntuk bunda yang menyuguhkan afeksi amertaTak lesap dirimu dalam jelma seram yang merisaukan asaMeninabobokan elegi menjadi nirwarna dalam candramawaMungkin, aksara dalam pena ini tak sebanding adorasimu kian NirmalaWalau netra menatapku sebagai insan apatis tak berperasaKau menatapku laksana insan anindita tanpa dosaOh Tuhan, mampukah hamba mengabdi jasa bunda yang tak mampu ku jangka?Pusii Ibu Singkat 4 Bait, Foto Pexels/William pergi tak berpamitWajah berseri kini pucat paciBelai tangan takkan terasa lagiKasih pergi tanpa permisiTerisak tangis tersembunyiBayang gelap pun menyelimutiKendati banyak mata mengasihaniSosok putri kini seorang diriTeringat pesan yang kau ajariIngatlah Tuhan bahwa kau tak sendiriTeruntuk segala hal yang kamu torehkanKata yang tak sempat kuucapkanTerima kasih semesta telah menghadirkanBidadari terindah dalam kehidupanIbukuTak kan kulupakan jasamu ibuKau mengandungku, melahirkankuResah, gelisah menjadi satuKau rasakan di dalam kalbuPekerjaanmu begitu melelahkanWalau lelah keringat bercucuranTak pernah engkau keluhkanKau curahkan cinta kasihmuKau belai dengan sentuhan lembutmuMendidikku dengan kasih sayangmuTak hentinya aku membuatmu marahHingga kamu menjadi gundahNamun, engkau tetap tabahTersenyum ramah tanpa keluh kesahSemoga Tuhan mengabulkannyaPahlawan PertamaDeraian berevolusi mengajarkan butiran arsihMembentuk populasi mengundang cerita bersihMelambung cerita indung fantasi bersimpuh sedihInspirasi termaktub insolven kuat bertanding gigihKonstruktif membangun ufuk suar tiada berlebihMemakan lahap suka duka habis tiada serpihLadang cinta kasih berbentuk madrasah tanpa berpilihNaim membimbing relung pancur harap tidak pamrihNasehat elok bertentangan harapan bersorak sampai berbuihRelevansi kuat menyambung sendir pamer alot terlatihPancang akhlak tanamkan anak lumur berjerihPanduan ibu melodramatis, biarkan ia tidak bersedihLembut, Sayup, Tua RentaKala hati menitihkan air mataKala dunia menghujat dan menghinaTapi kau akan selalu datang membelaTak jarang pula aku menyuruhmu tanpa rasa maluMenambah bebanmu yang gak sedikitpun aku bantuMembentakmu dengan mimik kesalkuHanya karena sepasang baju yang belum sempat dilipat untuk sekolahkuApa harus dengan kehilanganmu aku akan tersadar?Apa harus dengan membiarkanmu tergeletak di lantai aku akan mengerti?Apa harus dengan melihatmu tak lagi diisi aku akan berubah?Aku tak sanggup lagi, walau hanya mengkhayal sendiri.Ester