Ceritarakyat lampung dalam bahasa lampung beserta artinya. 25 contoh teks perkenalan diri dalam bahasa inggris beserta artinya terbaru by amir inggrisposted on 06/08/2015 contoh teks perkenalan diri dalam bahasa inggris beserta artinya terbaru oke buat sahabat sbi yang super. Sudah lama sekali, anda tidak memperlakukan kalian.
CeritaBahasa Lampung | PDF. Cerita liburan di rumah pake bahasa lampung - Brainly.co.id. Mulang Artinya Dalam Bahasa Lampung. Cerita Rakyat Lampung Dalam Bahasa Lampung Beserta Artinya. Aksara Lampung Beserta Anak Hurufnya : Dibakukan Pada Tanggal. Struk Belanja Pakai Aksara Jawa, Warganet: Itu Bukan Thailand Woy! Aksara Lampung | A SHORT JOURNEY
ContohTeks Dongeng "LEMAONG JAMA KANCIL" dalam Bahasa Lampung dan Artinya. Teks dogeng rakyat merupakan tulisan yang berisi dongeng, yaitu cerita yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat tempo dulu, yang diperoleh dari masyarakat dan dinikmati oleh masyarakat pula. Pada mulanya dongeng rakyat berlangsung secara lisan karena
CeritaRakyat Lampung Dalam Bahasa Lampung Beserta Artinya. Film pendek bahasa lampung ngupi. Karena hal tersebut dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air ini. Ringkasan Cerita Batu Menangis Dalam Bahasa Inggris Arti from ini kbi akan memberikan beberapa contoh cerita rakyat dalam bahasa inggris beserta artinya.
Contohucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri dalam bahasa Inggris. 1. On this auspicious day, we wish you Eid Mubarak. From our family to yours. Wish your life full of blessings. Pada hari yang baik ini, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri dari keluarga kami untuk keluargamu. Semoga hidupmu penuh berkah.
7-8 Bandar Lampung 34112 Phone : 0725-470355 Terjemahan Artinya : Radja Pizza Kirimkan lamaran lengkap beserta CV terbaru ke email: hrdbni46@ foto terbaru) Atau sms data diri (nama, alamat, pendidikan) kepada ibu Pratiwi Contoh Iklan Produk Shampoo dalam Bahasa Inggris dan Artinya 7. Contoh Iklan
120 Contoh Peribahasa dan Artinya (A Sampai Z) Heri Februari 9, 2018 11. Contoh Peribahasa - Peribahasa adalah salah satu bentuk kebahasaan yang digunakan sebagai alat untuk mengungkapkan suatu hal yang terlintas dalam pikiran manusia.Dalam peribahasa terkandung makna kiasan yang berisi perbandingan, prinsip hidup, perumpamaan, nasihat
4Contoh Puisi Bahasa Lampung Beserta Artinya Tentang Pendidikan, Alam, Cinta dan Kebersihan Ditulis Ria Shinta Maya Minggu, 07 November 2021 Edit Lihat disini kami sajikan 4 contoh puisi bahasa Lampung beserta artinya tentang pendidikan , alam , cinta , dan kebersihan.
Dalambahasa Indonesia artinya menjual. Kata ini populer sebagai kata gaul pada era tahun 80-90 an. Lebih familiar digunakan oleh para user (bandar, kurir, pengedar dan pemakai narkoba). Tapi, para remaja yang tidak ada kaitannya dengan narkoba turut serta mempopulerkannya. Lekong. Laki Lelet. Lambat kaya siput makanya disebut lelet Lemot
ContohKalimat Rencana Dalam Bahasa Inggris Menggunakan Stating "Plan" Lengkap Dengan Penjelasan Dan Artinya. Setiap orang sudah pastilah mempunyai sebuah rencana bahkan banyak rencana yang meskinya berharap agar apa yang diimpikan menjadi sebuah kenyataan dimasa yang akan datang. Untuk sifat sebuah impian adalah sebuah rencana dimana
eYCF1. KisahWeb - Sebuah karangan atau contoh cerita liburan dalam bahasa Lampung beserta artinya bisa mejadi bahan pelajaran bagi siswa-siswa yang memerlukan liburan adalah karangan fiksi dan non fiksi, tergantung dari penulisnya. Untuk yang kami buat ini adalah karangan fiksi. Menceritakan seorang anak yang sedang berlibur ke Pantai Sawmill Tanggamus kisah diceritakan keadaan pantai yang penuh sampah dan tidak terkelola. Keadaan ini pun membuat mereka tidak nyaman dan berujung pada renungan diri, sebab sampah di pantai adalah sampah yang mereka buang sembarangan ke adalah cerita tentang liburan berbahasa LampungSumber foto Dunia Indra Liburan yeyuh Liburan SampahLiburan sappai, tano nyak khik keluaghga haga lapah mit pantai sumil. Pantai si paling khedik jak lambanku, jadi sikam ngemilih mit tiba, kini aku dan keluarga hendak pergi ke Pantai Sawmill. Pantai yang paling dekat dengan rumahku, jadi kami memilih ngusung iwa khik lamon kanikan tinggal dikanik, sekitar jam 2 debbi sikam berangkat. Lapahanan lumayan khedik ulih sikam beghangkat jak Pangkul membawa ikan dan banyak makanan siap santap, sekitar pukul 2 sore kami berangkat. Perjalanan cukup dekat karena kami berangkat dari Pangkul Tanggamus. 30 menit seghaduni togoklah sikam di pantai Sumil. Tekhnyata lumayan khamik, halok ulih tannno khani minggu. Jadi lamon si liburan ngenikmati menit kemudian sampailah kami di Pantai Sawmill. Ternyata cukup ramai, mungkin karena ini hari minggu. Jadi banyak yang berlibur dengan menikmati nukhunkon unyin tengusung, nyak mulai ngenyani pekhunan pakai ngemanggang iwa. Kakakku khik unikku ngecahkon iwa, sedongkon si bakhih mulai nyiapkon khang menurunkan semua perbekalan, aku mulai membuat perapian untuk membakar ikan. Kakaku dan bibiku membersihkan ikan, sedangkan yang lain mulai menata tempat bulung putti, sikam nyani khang mejong ngehadap pantai. Kenyin pas mengan kanah, sikam mingan ngenikmati kanikan khik pemandangan daun pisang, kami membuat tempat duduk dadakan menghadap pantai. Supaya pas makan nanti, kami bisa menikmati santapan dan pemandangan pun mesak, unyin dikakhikon di hadapan khang mejong sikam. Sikam mulai nganik palas ngeliak lawok si setemonni mawat pikha helau, ulih wakhna way lawokni pun matang, semua dijajakan di depan tempat duduk kami. Kami mulai menyantap sembari memandang lautan yang sebenarnya tidak begitu indah, sebab warna air lautnya cokelat."Wueeekkk" bunyi kakak si keliakni haga ngemutahkon kanikan. Seunyinni jadi tekanjat. Mawat benni nyak moneh gukhano, nyak ngumbau umbai ni yeyuh si busuk. geggoh bakkai."Wueekkkkkk" suara kakak yang terlihat ingin memuntahkan makanan. Seketika semua menjadi kaget. Tak lama aku pun begitu, aku mencium bau sampah yang menyengat. Seperti bangkai."Umbau api ajo" hani bak. "Injukni wat bakkai di hak dija jo, semulani umbauni busuk baccong" timbal emak."Bau apa ini" kata ayah. "Sepertinya ada bangkai disekitar sini, makanya baunya menyegat banget" jawab ngelajukon mengan kidang suasana kukhang musenang. Sekhaduni nyak khik kakak nyeppok jak ipa asal umbau busuk pun melanjutkan makan dengan suasana yang kurang menyenangkan. Setelahnya aku dan kakak pun mencari sumber bau menyegat itu. Sikam mawat ngehalu bakkai, kidang sikam ngehalu tuppukan yeyuh si kucakh khakhit. Yeyuh hino yakdo yeyuh jak lamban-lamban si kehanyut di usung halikhan way. Khik nyak yakin hino yeyuh-yeyuh jak pekon-pekon disekitar pantai, tekhmasuk moneh tidak menemukan bangkai, namun kami menemukan gunungan sampah yang berserakan. Sampah itu adalah sampah rumah tangga yang hanyut terbawa aliran sungai. Dan aku yakin bahwa itu sampah-sampah dari kampung-kampung disekitar pantai, termasuk juga Juga Hukum buang sampah di sungaiHinolah jadini ulih mawat ngedokni fasilitas khang ngehaccongkon yeyuh si layak, ditambah kesadakhan masyakhakat si khenoh. Hasilni pantai si khano helau bekhubah jadi pantai buyeyuh akibat dari tidak adanya fasilitas pembuangan sampah yang layak, ditambah kesadaran masyarakat yang rendah. Hasilnya pantai yang begitu cantik berubah menjadi pantai bersampah demikianlah cerpen atau cerita dalam bahasa Lampung beserta artinya. Semoga bisa menjadi referensi, semoga pula nilai dalam cerita ini dapat kita ambil pelajaran. Bahwa membuang sampah adalah hal buruk yang kemudian berdampak pada diri kita dimasa yang akan datang.
Kami memiliki cukup banyak cerita rakyat Lampung yang sering diceritakan di Masyarakat. Dari berbagai cerita rakyat Indonesia dari Lampung, kami paling suka kisah Aminah yang cerdik. Saya yakin banyak dari adik-adik yang suka cerita rakyat dari Lampung ini. Cerita rakyat nusantara ini mengisahkan seorang gadis yang cerdik yang bisa mengatasi masalah disaat kesulitan. Selain Legenda Buaya Perompak dan Aminah yang cerdik tersebut kami juga akan menceritakan sebuah fabel yang memiliki pesan moral yang baik. Selamat membaca. Cerita Rakyat Lampung Aminah yang Cerdik Cerita Rakyat Lampung Aminah yang Cerdik Aminah sedang mencuci di sungai. Kali ini ia sendirian, tidak bersama teman-temannya. Aminah adalah gadis yang cantik dan pintar. La tinggal bersama ayah dan ibunya di sebuah desa di dekat Sungai Tulang Bawang, Lampung. Saat mencuci, Aminah tak sadar bahwa ada sepasang mata dalam sungai yang sedang mengawasinya. Ya, itu adalah mata Buaya Perompak, buaya Penunggu Sungai Tulang Bawang. Keganasan Buaya Perompak sudah terkenal. Banyak manusia yang hilang begitu saja saat mencuci di sungai itu. Namun Aminah tidak takut, ia tetap mencuci sambil bersenandung kecil. Tiba-tiba, byuurrrrrrr… muncullah Buaya Perompak dari dalam sungai. Aminah sangat terkejut. Ia tak mengira bahwa Buaya Perompak berwajah begitu mengerikan. Badannya sungguh besar, giginya runcing dan tajam. Aminah pingsan seketika. Cerita Rakyat Lampung Aminah yang Cerdik dari Lampung “Di mana aku? Ibu… Ibu..” panggil Aminah lemah. Aminah berusaha bangkit dari tidurnya. Tiba-tiba terdengar suara “Ah… rupanya kau sudah sadar.” Aminah menoleh. Ternyata Buaya Perompak yang mengajaknya bicara. Meski ketakutan, Aminah berusaha tenang. Aminah yakin, jika ia tak melawan, buaya itu pasti tak akan membunuhnya. “Kau sekarang berada di gua kediamanku. Gua ini Ietaknya jauh di dasar sungai. Tak ada seorang pun yang bisa menolongmu,” kata Buaya Perompak. “Apa yang kau inginkan dariku? Mengapa kau tak membunuh dan memakanku saja?” tanya Aminah. “Ha… ha… ha… kau terlalu cantik untuk kumakan. Aku ingin menjadikanmu istri. Kau bersedia, bukan? Lihat perhiasan emas berlian di ujung sana. Aku akan memberikan semuanya padamu jika kau bersedia,” jawab Buaya Perompak. Aminah heran, dari mana asal semua perhiasan itu? Ia lalu berpikir keras. “Jika aku menolak, pasti aku akan dibunuhnya. Lebih baik kuterima saja Iamarannya, sambil mencari akal bagaimana keluar dari gua ini.” Aminah lalu menyetujui permintaan buaya itu. Mereka pun menikah dan menjadi suami-istri. Buaya itu benar-benar memanjakan Aminah. Ia memberi banyak perhiasan yang indah-indah pada istrinya. Ia juga menyediakan aneka makanan yang lezat. Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Aminah merasa bosan. Ia merasa sudah saatnya keluar dari gua itu dan kembali pada orang tuanya. Pelan- pelan, Aminah berusaha mengorek keterangan dari Buaya Perompak. “Dari mana kau mendapatkan semua perhiasan ini, Suamiku?” tanya Aminah suatu hari. Sambil bertanya, ia berpura-pura mengagumi sebuah kalung mutiara yang cantik. “Itu adalah hasil dari merampok orang-orang kaya. Sebenarnya aku adalah seekor buaya jadi-jadian. Namaku Somad, aku dulu adalah seorang perompak yang termahsyur. Namun kemudian aku dikutuk karena perbuatan jahatku. Jadilah wujudku seperti sekarang,” jawab Buaya Perompak panjang lebar. Aminah mengangguk-angguk tanda mengerti. “Pantas saja kau bicara seperti manusia. Lalu dari mana kau mendapatkan semua makanan ini? Tiap hari kau memberiku makanan yang lezat.” tanya Aminah lagi. “Itu mudah saja. Setiap bulan purnama, aku akan berubah wujud kembali menjadi manusia. Pada saat itu aku akan menjual sedikit perhiasan-perhiasan untuk ditukarkan dengan bahan makanan,” jelasnya. “Oh begitu.” jawab Aminah sambil mengangguk-angguk. “Apa orang-orang tidak curiga jika secara tiba-tiba kau keluar dari sungai ini?” tanya Aminah memancing. Buaya Perompak tak sadar kalau Aminah sedang berusaha mengorek keterangan darinya. “Ha… ha… tentu saja aku tak sebodoh itu. Aku telah membangun terowongan di balik gua ini. Terowongan itu langsung terhubung dengan desa yang kutuju,” kata buaya itu. Aminah mengingat semua perkataan suaminya dengan baik. Sekarang ia tahu cara untuk melarikan diri. Ia akan menunggu sampai buaya itu lengah, lalu ia akan Ian melalui terowongan itu. Saat yang ditunggu pun tiba. Suatu siang, Buaya Perompak tidur dengan pulasnya. Ia bahkan lupa menutup gua, sehingga Aminah dapat keluar dengan mudah. Aminah berjingkat- jingkat keluar menuju ke balik gua itu. “Ah, ternyata ini terowongannya,” kata Aminah dalam hati. Ia lalu menoleh ke belakang, memastikan bahwa Buaya Perompak tidak mengikutinya. Setelah memastikan semuanya aman, Aminah lalu masuk ke terowongan itu dan berjalan dengan cepat. Sesekali ia tersandung batu, karena keadaaan dalam terowongan itu gelap gulita. Kemudian, Aminah melihat seberkas cahaya. “Syukurlah, sebentar lagi aku akan sampai,” kata Aminah sambil mempercepat langkahnya. Aminah sampai juga di ujung terowongan itu. Buaya Perompak benar, ternyata ujung terowongan ini adalah sebuah desa di tepi Sungai Tulang Bawang. Aminah amat senang, akhirnya ia bebas. Ia menyusuri desa itu dan bertanya jalan tercepat menuju desa tempat tinggalnya. Setelah mendapatkan petunjuk dari beberapa orang, Aminah pun bergegas pulang ke desanya, ke rumah orangtuanya. Ayah dan ibunya menyambutnya dengan gembira. Mereka tak menyangka kalau Aminah masih hidup. “Kami kira kau sudah mati dimakan Buaya Perompak, Nak,” kata ibunya sambil memeluk Aminah erat-erat. Aminah tersenyum dan menceritakan pengalamannya. Berkat kecerdikannya, Aminah lolos dari sekapan Buaya Perompak. Berkat kecerdikannya pula, semua penduduk desa mengetahui rahasia Buaya Perompak. Sejak saat itu, penduduk desa menjadi lebih berhati-hati bila mencuci di Sungai Tulang Bawang. Pesan moral dari Cerita Rakyat Lampung Aminah yang Cerdik untukmu adalah jangan mudah panik saat menghadapi masalah. Gunakan akal dan pikiranmu, pasti ada jalan keluarnya. Cerita Rakyat Lampung Kumbang Macan dan Seekor Tawon Seekor tawon keluar dari sarangnya untuk mencari sebuah kebun penuh dengan bunga, sang tawon bersarang di hutan dan ketika para tawon mencari makanan mereka harus melewati hutan dan mencari kebun yang penuh dengan bunga, sang tawon terbang menyusuri hutan dan ditengah perjalanan sang tawon melihat seekor kumbang macan sedang diam di atas sebuah dahan kering, sang tawon menghampiri kumbang macan itu dan bertanya kepadanya “selamat siang tuan kumbang macan yang gagah perkasa maaf aku mengganggu mu, aku tawon yang bersarang di hutan ini dan aku dalam perjalanan untuk menari sebuah kebun yang dipenuhi oleh bunga untuk kami ambil sarinya, apa kau pernah melihat kebun itu?” sang kumbang macan menjawab “tuan tawon tidak usah memujiku seperti itu, selama aku terbang aku sama sekali tidak pernah melihat bunga di luar hutan ini tapi aku pernah mendengar kabar dari beberapa ekor lebah madu pekerja bahwa diluar hutan ke arah utara ada sebuah tempat yang dipenuhi oleh berbagai macam bunga, namun jarak dari hutan ini sangatlah jauh, kau harus melewati berbagai macam rintangan yang sangat sulit. Jika kau ingin pergi kesana aku juga akan pergi kesana karena disana kudengar dari para lebah para kumbang macan berkumpul disana.” jelas sang kumbang. Sang tawon setuju untuk pergi bersama dan berkata kepada sang kumbang “ya aku sangat ingin pergi kesana bersamamu, meskipun rintangan menghadang jika kita bekerjasama layaknya teman baik mungkin kita bisa mengatasinya.” setelah mereka berbincang kini mereka pergi ke arah utara menuju tempat itu, awalnya perjalanan mereka biasa saja tidak ada satupun dari mereka menghadapi bahaya. Namun ketika sang kumbang macan beristirahat di sebuah dahan karena lelah tiba-tiba seekor bunglon datang menghampiri ketika sang bunglon akan memakan sang kumbang sang tawon langsung menyengatnya beberapa kali hingga sang kumbang selamat dari ancaman. Setelah kejadian itu mereka melanjutkan perjalanan dan ditengah perjalanan sang tawon lengah, dia terjerat di sebuah sarang laba-laba, sang tawon berontak melepaskan dirinya dari jaring laba laba yang lengket ketika itu seekor laba-laba mendekatinya, sang kumbang yang melihat hal itu langsung menubruknya dengan kedua tanduknya sambil terbang, sarang laba-laba itu rusak dan sang tawon selamat meskipun sang kumbang terjerat oleh jaring-jaring yang putus namun dia berhasil melepaskan diri dari jaring-jaring itu. Kini mereka melanjutkan kembali perjalanannya hingga mereka sampai pada tempat yang diceritakan oleh para lebah, mereka terkejut ketika sampai disana ternyata tempat itu melebihi apa yang mereka pikirkan tempat itu sangat dipenuhi bunga, dan tempat itu dipenuhi juga oleh para kumbang macan. Selama perjalanan mereka saling membantu dalam menghadapi rintangan hingga akhirnya mereka mampu mencapai tujuan dengan selamat. Pesan moral dari Cerita Rakyat Lampung Kumbang Macan dan Seekor Tawon adalah bekerjasama dan saling bantu membantu akan membuat pekerjaan sulit menjadi lebih mudah.
Cerita fabel adalah cerita rakyat yang secara turun-temurun mengisahkan tentang kehidupan hewan-hewan di masa lalu, baik dari peran/karakternya serta berisi nilai-nilai/hikmah yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup. Adapun ciri-ciri fabel yang paling umum adalah menceritakan kisah kehidupan hewan-hewan di masa lalu. Berikut ini contoh cerita fabel dalam bahasa Lampung lengkap beserta artinya Labi-Labi Pemarah tumbai wat labi labi ghik ghua bughung bangau teghu di pinggeh danau. tiyan ngeghupako ghik sai akrab. tiyan lalang begughau ungpal ghani. butahun tahun liwat dilom keadaan damai ghik bahagia. sekali musim panas wai ghik danau keghing. mak ngedok labung. binatang binatang lamon danau kemahian, tiyan menderita nihan. bughung bughung mulai beham bughan, nyengkegh mit mengan sai mawoh nyepok wai. Labi labi ghik bangau sina wategh temen, "gham moneh beghas ninggalko danau sinji," cawa bangau sedih. Tiyan ngeghatoni labi labi teghus cawa, "kanca gham ghadu ughik pujama butahun tahun, kidang genta sikam haghus maleh, selamat tinggal ghikku, semoga selamat. penjak nihan labi labi sedih. wai matani mahili dalih cawa, "gegoh ghepa kuti dapokninggalko nyak sinji layin ghek kuti? kutikan pandai bahwa nyak pasti mati ki mak ngedok wai haghopaku usunglah nyak ji." Bangau nimbal, "hai labi labi, sikam sebenoghni mak haga ninggalko niku, kidang naku mak pandai hambogh. labi labi cawak nyak wat akal. sapok kuti tangok sai tejango ghik kangat kuti kegho anucukni keghi ghik kanan nyak ditengah tengah. king kuti dang ngepepahko nyak. bughung bangau cawa, tantu sikam haga hati hati. Terjemahan dalam Bahasa Indonesia “KURA – KURA PEMARAH“ Dahulu, seekor kura-kura dan dua ekor burung bangau tinggal di tepi sebuah danau. Mereka merupakan kawan akrab. Mereka tertawa dan mengobrol bersama-sama sepanjang hari. Bertahun-tahun berlalu dalam damai dan bahagia. Sekali musim panas sungai-sungai dan danau kekeringan. Tak ada hujan turun. Binatang-binatang ang kehausan itu sangat menderita. Burung-burung mulai beterbangan menyingkir ke tempat jauh mencari air. Kura-kura dan bangau itu juga sanagat kawatir. “ Kita juga harus meninggalkan danau ini,” kata si bangau dengan sedih. Mereka mendatangi kura-kura dan berkata, “ Kawan ! Kita telah hidup bersama bertahun-tahun. Tetapi sekarang kami harus pergi. Selamat tinggal dan semoga selamat!” Tampak si kura-kura sangat sedih. Dengan air mata meleleh ia berkata,”bagaimana kalian dapat meninggalkan aku sendirian disini? Apakah aku ini bukan kawan kalian? kaliankah tahu bahwa aku pasti akan mati tanpa air. Mohon bawalah aku serta.” Bangau itu menjawab, ”wahai kura-kura, kami sebenarnya idak ingin meninggalkan kamu. Tetapi kamu tak dapat terbang bersama kami. Si kura-kura berfikir keras. Tiba-tiba dia mendapat akal. pergi bersamamu.”“baiklah kawan,” katanya sambil tersenyum.”aku tak dapat terbang seperti kalian tetapi aku masih dapat pergi bersamamu.” Burung bangau itu terheran-heran.”bagaimana mungkin?”mereka bertanya.“sederhana saja,”jawab kura-kura.”pertama-tama carikan aku tongkat panjang yang kuat. Lalu kalian berdua memegang masing-masing ujung tongkat itu dengan paruh kalian. Aku akan berpegangan dengan mulutku dan bergantungan di tengah-tengahnya kemudian kita semua dapat terbang menuju tempat di mana banyak terdapat air.” Burung-burung bangau itu berkata,”Wah akal yang luar biasa ! kami akan mencari tongkat yang kuat segera. “ Sebelum meninggalkan tempat itu si kura-kura berpesan, “ Kawan bangau, hati-hati ya, jangan menjatuhkanku.” Burung bangau itu menggeleng-gelengkankepalanya dan berkata, “ ya tentu saja kami akan hati-hati. Tetapi kamu harus berjanji juga. Jangan membuka mulutmu semetara kami terbang. Kalau tidak kamu pasti jatuh dan lehermu akan patah.” Kura-kura berjanji,” Aku tidaklah sebodoh itu. Aku tak akan berkata sepatah katapun.” Burung bangau itu memegang kedua ujung tongkat dengan paruhnya, dan si kura-kura bergantungan di tengah. Sambil mengepakkan sayapnya, burung banagau itu mulai terbang. Semakin tinggi mereka terbang di langit biru. Mereka terbang melintasi tanah, pegunungan dan kebun yang baru. Akhirnya mereka terbang di atas hutan yang banyak binatangnya. Segera berkerumun binatang-binatang di jalan. Mereka memandang ke atas melihat pemandangan yang aneh. “Apa itu ?”, kata monyet tua,”Aku tak pernah melihat pemandangan yang sangat lucu ini selama hidupku !” Anak-anak hewan yang masih kecil tertawa keras-keras dan bertepuk tangan. “Eeee…lihatlah bangau yang membawa seekor kura-kura. Ha,ha,ha…” Si kura-kura sangat marah dan heran, “ Mengapa kelompok orang itu menertawakanku?” ia keheranan. Semakin lama semakin banyak hewan yang keheranan dan mengolok-olok kura-kura dan kedua bangau itu. Dasar si kura-kura yang tak dapat menahan emosi. Ia mudah marah dan tak dapat menahan kemerahannya lagi mendengar olok-olok hewan di bawahnya. “Aku akan balas caci- maki mereka!” gumam si kura-kura. Ia melupakan janjinya pada sang bangau. Ia membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu dan hup! Peganganya lepas jatuh ketanah dengan keras. Kura-kura bodoh dan malang itu tentu saja terjatuh kebawah dengan meluncur deras. Tubuhnya menghantam batu keras dan tewaslah seketika itu juga. “Ah, kura-kura ….”bisik bangau dengan menyesal. Silakan baca juga Contoh Fabel Bahasa Lampung Kisah Liman Sai Punggah dan Landak Sai Punggah.